hmmmm......
Setiap orang pasti gk mau n gak bisa menerima bila itu bersangkutan dengan kehilangan, baik itu kehilangan atas harta benda sampai kehilangan orang yang bener-bener ia sayangi...Apalagi kehilangan itu terhadap orang-orang yg kita sayangi.Bila itu ter jadi pada diri kita, kita tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya kata ikhlas yg bisa kita terima...
Hal itu pernah ku alami, Aku kehilangan keluarga inti ku pertama kali pada akhir tahun 2002, tepatnya tgl 30 desember 2002. Saat itu jam 06;30 wib aq mendapat telp dari papaku yg mengatakan " miko dimana nak skrng ? kamu pulang lg ya ke balikpapan, kak yahya gk ada nak " trus aku menjawab yg apa papa katain dengan pikiran ku yg bingung " emang kak yahya kemana papa ? koq bisa gak ada " lalu papaku menjelaskan secara detail lg " miko sabar ya sayang, kak yahya barusan meninggal, skrng miko pulang ya, tiket dah di beliin adek alin " denger berita itu, spontan hp yg aq pegang td aq lempar dan aq terduduk lemas di kursi dengan air mata terus mengalir dari mataku. Tanpa pikir panjang aq langsung berangkat ke bandara ma adek ku dengan pakaian apa adanya. Di perjalanan pikiranku kalut, sedih dan rasa gk terima, aq berharap saat itu, ini cuman mimpi saja bukan kenyataan. Setiba nya aq di rumah, aq bnyk bgt lihat mobil terparkir di depan rumah, aq lihat ada terpal di dirikan di halaman rumah , aq melihat bendera kuning di pajang di pinggir jalan dan akhirnya aq melihat langsung tubuh kakak ku terbaring bisu di ruang tengah dengan badan yg dingin. Aq hanya bisa menangis terus menerus tanpa bisa berbicara sepatah kata pun,. dalam benak hatiku aq berkata " iya allah kenapa kau berikan cobaan seberat ini kepadaku "..Aq gk pernah menyangka ini terjadi begitu cepat... Aq menyolatkan jenazah kakaku trus ikut menguburkan nya di TPU gunung 4. Aq menyaksikan jenazah tubuh kakaku di masukan ke liang lahat., namun karena aq gk kuat saat itu ngadapin cobaan, aq pingsan smpe akhirnya aq sadar sudah ada di kamar rumah...Disinilah aq merasakan kehilangan sosok seorang kakak dalam hidupku...
Kehilangan..
Kata itu mungkin menakutkan bagi kita, namun kata tersebut gk berhenti pada diriku. Kehilangan, kehilangan , dan kehilangan lagi. Itu terjadi lg pada tgl 17 agustus 2009 dmn orang berbahagia merayakan hari kemerdekaan tp tidak dengan aq. 2 hari sebelum mama ku meningrnggal, tepat nya tgl 15 agustus 2009 jam 13: 25 aq mendapatkan sms dari adeku di balikpapan " kamiko dmn skrng ? kamiko pulang ke balikpapan ya, mama koma di RSPB, tiket dah di pesan tinggal berangkat " Hal ini terjadi lagi sewaktu aq mendapatkan kabar dari papaku dlu. Menagis, menangis dan menagis lg.....Aku menyusun baju ku apa adanya tuk di bawa ke balikpapan. Setibanya di bandara balikpapan aq langsung menuju RSPB, di kamar 1001. Aku melihat dengan jelas kondisi mamaku saat itu, dengan badan yg kurus, infus di kedua tangan nya, masker oksigen di hidungnya dan alat pendikteksi jantung. Aku lemas dan menangis melihat kondisi mamaku saat itu, namun aq berusaha kuat dan tabah kali ini menghadapinya. Air mata ku trus berjatuhan dan aq pelan2 membisikan di telinga mamaku " mama ini miko dah dateng mama, miko dah ada di samping mama, ini miko anak mama yg paling bandel di sini, jd mama gk usah jauh-jauh lg nyari miko ya mama ku " aq bisikan kata-kata itu sampe 3 kali, dan akhirnya mamaku menjawab dengan anggukan kepalanya.., Aku mencium kening mamaku terus menuerus. Entah apa yg aq pikirkan, aq langsung bergegas ke kamar mandi ruang 1001 dan mengisi wadah ember dengan air lalu aq bawa ke tempat tidur mama ku, di situ aq mencuci kaki kanan kiriku dan mebasuhnya sampai 3 kali, air cucian kaki mamaku terus aq minum. Setelah aq minum aq kembali membisikan ke telingan mama ku " mama, miko mohon ampun, miko minta tobat ke mama, miko mohon maav atas kesalahan miko mama " mamaku menjawab dengan anggukan kepalanya..
Di RSPB aq selalu meneminin mamaku, aq tidur di samping kaki mamaku dengan kursi.Aq berdoa terus semoga mamaku di berikan kekuatan dan kesembuhan. Tiada henti-hentinya aq juga mebisikan mamaku " mama yg kuat ya, mama pasti bisa sembuh yaa " untuk menyemangatin mama ku juga biar ia tidak terbebani. Di sini lah aq mulai belajar banyak tentang kehidupan, tentang rasa kehilangan dan rasa ikhlas. Disini aq lebih tabah menghadapin cobaan yg di tujukan pada diriku dan keluargaku.
Tgl 17 agustus 2009 jam 11:37 wita, tak pernah terpikirkan oleh ku lagi hal ini terjadi. Mamaku telah pergi meninggalkan ku dan keluargaku untuk selamanya, tak pernah terpikirkan oleh ku juga, klo aq lah yg bakal membimbing sakaratul mautnya mamaku. Aq melihat mamaku terbaring dengan kain putih menutupi semua tubuh nya,. aq melihat saat mamaku di mandikan dan aq melihat mamaku di khafanin...Aq bener-benar pincang sekarang, pilar keluarga ku telah meninggalkan keluarganya..Setelah di khafani alm mama di bawah kerumah untuk di sholatin.aq gk bisa menahan rasa kehilangan ku lg, aq menangis lg walaupun aq berusaha untuk menahan nya. Tangisku gk berhenti sampai mama ku di masukan ke liang kubur, di situ aq mencium untuk terakhir kali nya mamaku.Terakhir kalinya juga aq melihat mamaku.
Setelah kejadian itu semua aq bisa belajar dan aq ambil hikmahnya atas kejadian semuanya.Aku harus bisa lebih tabah dan ikhlas atas semuanya, karena yg kita miliki sekarang akan kembali pada yg menciptakannya. Orang yg kita miliki skrng hanya lah titipan dari allah, tinggal gmn kita menjaga dan membahagiakan orang-orang yg kita sayangi,. Jgn pernah kita menyesal jika kita menyia-nyiakan orang yg kita sayangi. Kalo kita sayang ma seseorang, kita harus bisa membuktikannya dengan sikap kita bukan dengan ucapan saja........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar